Peluncuran Index Saham BUMN

Sumber: kontan

Kementerian Badan Usaha Milik Negara menyambut positif rencana PT Bursa Efek Indonesia untuk membuat indeks khusus emiten pelat merah.

Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Aloysius Kiik Ro mengatakan belum melakukan pembicaraan dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait rencana tersebut. Akan tetapi, dia menyambut positif rencana tersebut.

“Hemat saya ini ide bagus untuk jadi benchmark kinerja BUMN di bursa,” ujarnya kepada Bisnis.com, Selasa (27/3/2018).

Managing Director Lembaga Management Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LM FE UI) Toto Pranoto menilai keberadaan indeks saham BUMN akan memudahkan investor dalam membandingkan kinerja saham emiten pelat merah. Dari situ, juga akan terlihat seberapa jauh kekuatan emiten BUMN dalam memengaruhi indeks lainnya.

Toto menjelaskan bahwa keberadaan indeks tersebut akan menjadi pemacu kinerja emiten BUMN. Hal tersebut agar perseroan dapat meyakinkan para investor.

“Indeks saham BUMN akan memaksa setiap emiten BUMN tampil maksimal supaya kinerja mereka tetap baik di mata investor,” imbuhnya.

Sebagai catatan, saat ini terdapat 20 induk usaha BUMN yang mencatatkan sahamnya di BEI. Jumlah tersebut belum termasuk sejumlah anak usaha yang juga berstatus sebagai perusahaan publik.

Pada 2018, Kementerian BUMN menyebut terdapat 10 anak usaha BUMN yang mengajukan rencana untuk penawaran umum perdana saham (IPO). Akan tetapi, sampai dengan akhir kuartal I/2018, belum ada satupun entitas anak yang merealisasikan rencana tersebut.

Sumber: bisnis.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *